About Green Elf

Foto saya
Ngawi, Jawa Timur, Indonesia
I am a selfish person as I always want to be happy. Then, I practice forgive and forget. It's simple: Forgiveness is happiness.

Selasa, 19 Maret 2013

Just the Way I am



I am a person who is positive about every aspect of life. There are many things I like to do, to see, and to experience. 
I like to read, I like to write; I like to think, I like to dream; I like to talk, I like to listen. 
I like to see the sunrise in the morning, I like to see the moonlight at night; I like to feel the music flowing on my face, I like to smell the wind coming from the ocean. 
I like to look at the clouds in the sky with a blank mind, I like to do thought experiment when I cannot sleep in the middle of the night. I like flowers in spring, rain in summer, leaves in autumn, and snow in winter. 
I like to be alone, I like to be surrounded by people. I like delicious food and comfortable shoes; I like good books and romantic movies. I like the land and the nature, I like people. And, I like to laugh.
I always wanted to be a great writer, like Victor Hugo who wrote "Les Miserable", or like J.K. Rowling who wrote "Harry Potter". They have influenced millions of people through their books. 
I also wanted to be a great psychologist, like William James or Sigmund Freud, who could read people’s mind. Of course, I am nowhere close to these people, yet. I am just someone who does some teaching, some research, and some writing. 
But my dream is still alive.

Rabu, 20 Februari 2013

That's life....

That's very hard to enjoy life if we do not stop comparing it. Why should we think the past, if we couldn't change anything. Then, why should we  look forward the future as we won't never ever forecast it. Just enjoy 'NOW'...without any questions. Stop worrying!....Never tired of being yourself.

Gradasi Inspirasi

Tidak terasa telah memasuki akhir Februari 2013...hhmm lama juga tidak pegang keyboard untuk mengetik (baca : menulis ).Sebenarnya saya mempunyai banyak waktu luang tapi kebanyakan saya habiskan untuk melakukan rutinitas harian seperti mengajar, membaca dan tentu saja berselancar di dunia maya. Ketika ditanya beberapa teman, kenapa saya tidak aktif lagi untuk menulis (entah itu di jejaring sosial ataupun blog)...saya cuma bisa :).
Walaupun saya on line hampir setiap hari, sebagian besar atau bahkan seluruh waktu..hanya saya habiskan untuk....ONLINE SHOPPING ehhhhh ONLINE WINDOWS SHOPPING*_^. Ohhh NO, I'm not a shopaholic alias si maniak belanja...saya cuma seorang wanita korban marketing product online..yang syukurnya cuma menghabiskan jumlah waktu dan bukan isi dompet saya....:D. Mungkin lain kali, saya akan mencoba menulis mengenai list online shopping saya...(hope this true).
Sungguh...sebenarnya saya juga tidak dalam situasi "kehabisan ide" or whatever you call it. Saya memiliki gradasi inspirasi mulai dari merah, kuning, hijau, biru, hitam, nila, ungu, abu-abu bahkan kotak-kotak, polkadot dan tartan hehehe. Finally my problem is about....MALAS. Betapa hebatpun ide, gagasan, atau inspirasi berkecamuk dalam otak, tapi jika tubuh membangkang dengan bisikan lembut nan syahdu..TUNGGU DULU,...NTAR SAJA LAH,...KAN BISA NANTI-NANTI...dll dst dsb...and the result is...NOTHING...YUPS I do nothing for..hhmm nearly one year.
Semoga dari sekarang saya mulai lagi menghidupkan otak, bukan cuma mulut, tangan dan kaki saya.
GANBATTE^^
Gradasi inspirasi moga kau kan seindah pelangi, tak harus hadir setiap hari, tak harus secerah mentari...biar kau datang sebagai dirimu sendiri.





Kamis, 26 Juli 2012

Semoga bisa menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama^__^

Bersosialisasi, beradaptasi, dan bersenergi

Menghadapi lingkungan baru yang berbeda jauh dari lingkungan dimana kita biasa hidup, bernafas, tersenyum, bersedih, bercakap, dan mendarat tentu bukan perkara yang mudah. Saya, yang biasanya begitu mudah untuk bersosialiasi dan beradaptasi, kali ini ternyata membutuhkan waktu untuk bercampur dan berbaur dengan tempat baru.

IKHLAS
BERSYUKUR
TERSENYUM

Ternyata ketiga kata tersebut (tidak selalu) cukup untuk memulai segalanya.
Ya...bukankah ada satu yang harus dilakukan setiap insan untuk mendapat keridhaanNya
DO'A
dan hari ini saya mengawali hari dengan satu do'a: Jadikanlah hamba insan yang bermanfaat bagi sesama Ya Allah.....^_^
Aamiin Ya Rabb.
Hanya kepada-Mu setiap hamba bisa mengadu
ikhlaskan hati kami atas apa yang luput dari genggaman kami
sabarkan hati kami atas apa yang menjadi cobaan bagi kami
syukurkan hati kami atas apa yang terjadi nanti

Jumat, 22 Juni 2012

Dilema

Apa aku ingin pergi....
Atau haruskah aku berlari....
Mencoba menepi....memijak bumi
Tapi jangan-jangan kakiku sudah terlalu kaku
untuk mengubah arah yang ku tuju

Apa aku ingin tinggal
Atau semestinyalah aku perlahan berjalan
Mencoba mendekat...berjabat erat
Tapi jangan-jangan tanganku sudah terlalu mengepal berat
untuk menggenggam seorang sahabat

Apa aku ingin mengikuti air, mengalir.....
Atau mungkinkah aku memburu angin, untuk puaskan ingin
Mencoba terbang...melayang-melayang dan melayang
Tinggi, tinggi, tinggi....hingga lupa rumah tempatku pulang

Sabtu, 12 Mei 2012

Penataan dan Pemerataan Guru PNS



"SELAMAT DATANG"
PESERTA SOSIALISASI
PENATAAN DAN PEMERATAAN
UNTUK PENYELAMATAN GURU PNS
Kalimat tersebut terpampang secara jelas ketika saya dan beberapa rekan guru PNS mendapat mandat dari kepala sekolah untuk menghadiri acara "Sosialiasi Penataan & Pemerataan Guru PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi". "Wowwww...PENYELAMATAN", kata itulah yang langsung meluncur dari mulut kami secara serempak, setelah hampir setengah tahun menimbulkan kegalauan massal di kalangan pendidik, rencana redistribusi guru mungkin tidak lagi hanya sekedar wacana.
Sebagai salah satu guru PNS yang belum mendapatkan sertifikat pendidik, jantung saya terus terang juga merasakan dag-dig-dug juga...ehmmm apakah saya juga akan dimutasi? kemana? kapan? ....dan beribu tanya yang tentu saja cuma bisa dijadikan bahan obrolan dengan rekan sesama guru karena selama ini kami sama sekali belum mendapat penjelasan resmi dari Badan Kepegawaian Daerah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi. Kami bukannya menutup mata telah mengukir prestasi sebagai penyumbang tertinggi penggunaan APBD Ngawi sebanyak 73% sebagaimana yang dirilis oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), apalagi kami : anggota masyarakat terpelajar yang bertugas untuk mendidik generasi muda, yang digadang-gadang sebagai motor pembaharuan motor pembangkrutan daerah.
Dalam acara tersebut, disebutkan bahwa pemerintah daerah diberi kewenangan untuk mengalihfungsikan guru SMP & SMA menjadi guru SD sambil menunggu pendidikan KKT atau sejenisnya dengan kriteria :
1. Belum sertifikasi.
2. Usia relatif muda.
3. Kalau terpaksa yang sudah sertifikasi.
dan....saya memenuhi dua kriteria urutan paling atas: belum sertifikasi dengan usia relatif muda,,,haiiiaaahhh!!!!!!!!!!@_@


Untuk membesarkan hati, saya teringat penggalan kalimat dari Imam Ghazali bahwa seorang yang berilmu dan kemudian bekerja dengan ilmunya itu, dialah yang dinamakan orang besar di bawah kolong langit ini. Ia bagai matahari yang memberi cahaya orang lain, sedangkan ia sendiri pun bercahaya. Ibarat minyak kasturi yang baunya dinikmati orang lain, ia sendiri pun harum. Sungguh kalimat yang mengagungkan profesi pendidik, tanpa memandang status guru Play Group, PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, bahkan Universitas (dosen), pun tidak ada diskriminasi berdasarkan ijasah, masa kerja, usia, apalagi oleh selembar sertifikat pendidik...ya selembar sertifikat yang menyatakan seorang pendidik telah profesional untuk menjalankan tugasnya, yang aneh bin ajaibnya kadang kala tidak relevan bahkan melenceng jauh dari kualifikasi pendidikan kesarjanaannya. Sebagai perbandingan sertifikat pendidik yang diperoleh melali jalur PLP (Pendidikan Latihan Profesi) berlangsung kurang lebih 10 hari, sedangkan untuk mendapatkan gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan) ditempuh kurang lebih 4 tahun, tetapi guru yang memiliki kualifikasi pendidikan semisal S1 pendidikan sosiologi akan kalah (untuk mendapatkan jam mengajar) dengan selembar sertifikat pendidik yang menyatakan bahwa guru tersebut telah profesional untuk mengampu mata pelajaran sosiologi walaupun tidak memiliki ijasah yang linear dengan mata pelajaran tersebut. Nah kira-kira apa yang akan terjadi?????
Guru PNS berkewajiban untuk mematuhi peraturan yang berlaku, tapi sebagai pekerja di bidang akademik, yang menuntut terus dikembangkannya kegiatan ilmiah dan keilmuan, alangkah sayangnya jika suara kami dibungkam hanya untuk mengejar jumlah mengajar minimal seorang pendidik dengan mengabaikan aspek-aspek akademik kami. Bukankah ironis karena tujuan penataan dan pemerataan guru adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.


Re-distribusi guru asal dilakukan secara matang, serius, konsisten dan TRANSPARAN, diharapkan mampu memenuhi kurangnya tenaga pendidik di sekolah dasar, yang selama ini terpenuhi dengan adanya ratusan GTT (Guru Tidak Tetap)....nah jika membahas GTT, maka akan dikemanakan mereka, apalagi yang sudah masuk K1 dan K2????@_@ Dari pendataan 2011 ada 70 lebih yang masuk Kategori 1 (K1) yaitu mereka yang telah mengantongi SK Bupati sejak 2005 namun belum diangkat CPNS karena namanya hilang dari database. Berikutnya yang ikut mendaftar Kategori 2 (K2), yakni yang tak mengantongi SK Bupati ada lebih dari 700 orang. Apabila jam mengajar di SD akan diisi oleh para guru PNS dari SMP & SMA, maka akan terjadi phk besar-besaran....#seperti lingkaran setan yang tidak berakhir.
Apabila merujuk begitu besarnya dana yang dihabiskan untuk belanja pegawai, sudah seharusnyalah para guru PNS berbesar hati ditempatkan dimanapun...karena setiap rupiah yang kami peroleh sebenarnya adalah uang rakyat. Untuk mendapatkan keikhlasan dibutuhkan waktu dan rasa, dan semoga saya pribadi dan rekan-rekan guru PNS benar-benar bisa DISELAMATKAN dari memakan uang rakyat yang terhambur sia-sia.
“Mendidik adalah tugas konstitusional negara, tapi sesungguhnya mendidik adalah tugas moral tiap orang terdidik”( Anies Baswedan).




(?)

Kau...
apakah sebuah mutiara dari dasar samudra
atau hanya sebutir pasir tak berharga?


:(