About Green Elf

Foto saya
Ngawi, Jawa Timur, Indonesia
I am a selfish person as I always want to be happy. Then, I practice forgive and forget. It's simple: Forgiveness is happiness.

Minggu, 27 November 2011

Mahabbah itu Cinta


Mungkin karena cinta memiliki keunikan dan sekaligus keajaiban, maka ia tak habis untuk diobrolkan {bahkan kadang diobralkan}, diperdebatkan, diceritakan dari mulut ke mulut, dinyanyikan dalam lagu~lagu, dikisahkan dalam berbagai novel, diekspresikan dalam puisi dan tari, dan bahkan digumamkan dalam do'a~do'a. 
***       
Kata orang dalam cinta ada tanda~tanda. Orang yang cerdas mampu mengenalinya, orang yang pintar mampu menunjukkannya. Lantas bagaimana ketika para mahasiswa yang sedang sibuk belajar, dengan ditemani segudang diktat tebal masih bisa membuat analisa cintanya???Hmmmmh,,,,,
***
Berikut ini adalah petikan (pendek) beberapa surat  cinta yang ditulis para mahasiswa menurut bidang keahlian masing-masing!!!T.T <huftttt how do you call this? a mad? When we remember we are all mad, the mysteries disappear and life stands explained>
#1
Waktu kuingat kamu, aku sedang menyelesaikan run~ku yang keduapuluhdua. Entahlah...tiap kupandang kukus jenuh yang mengepul manja hingga terbirit malu~malu meninggalkan boiler, ku lihat kamu di sana. Bayangan syahdu, gemulai, sendu ditambah senyuman continuous nan meneduhkan yang memancarkan ber~joule~joule energi untuk menggerakkan turbin hatiku.
#2
Tenses bentuk apapun tak mampu terjemahkan waktu ketika bersamamu. Jika kau hanyalah past tense, kenapa setiap hari ku lihat masa depan ada padamu? Bersamamu seperti membaca teks narrative, maka conjunction mana yang mampu renggangkan kita? Walau tindakanmu hanya serupa passive voice, inginmu bersifat conditional sentence tapi kan tulis berlembar~lembar exposition tuk yakinkanmu. Ku tidak butuh explanation yang berbelit~belit tuk jelaskan mengapa begini atau begitu, ku juga tak perlu descriptive tuk gambarkan sosokmu, karena aku tidak membutuhkan comparative degree tuk membanding~bandingkanmu. Biarkan semua orang menggunakan error analysis untuk mengartikan ketololanku.
#3
Gambaran radiografi inginmu non~visualized. Harapanmu tak terdeteksi dengan USG. Anganmu tak terbaca dalam lembaran elektrokardiogram manapun. Parahnya lagi CT Scan kemauanmu tak lagi bisa ku interpretasikan. Maka dengan landasan apa bisa ku tuliskan diagnosa cintamu?
#4
Ketika kutarik garis vertikal, ada bayangmu, ketika kutarik garis horizontal juga ada kamu. Kamu telah mengarsir semua bayang~bayang dimensiku. Kanvas putih seakan penuh warna~warni senyummu. Ahhh....seharusnya tidak pernah ada hitam untuk sembunyikan refleksimu di hatiku.
#5
Andai kata cinta lahir lantaran keindahan fisik semata, niscaya orang yang buruk rupa tak akan pernah dicintai sesamanya. Andai saja perasaan cinta muncul lantaran keselarasan pandangan akhlak semata, niscaya seseorang tidak akan mencintai orang yang berbeda perilakunya dengan dirinya.
#6
Apa itu cinta? Dari mana asalnya? Apa sumbangan cinta bagi eksistensi kehidupan manusia? Bagaimana cinta mempengaruhi tingkah laku manusia? Bisa saja seseorang jatuh cinta karena suatu sebab. Segala ragam cinta yang tumbuh karena suatu sebab akan sirna bersamaan dengan  sirnanya sang sebab, akan mekar bersamaan dengan mekarnya sang sebab, akan berkurang bersamaan dengan berkurangnya sang sebab. Cinta ragam ini akan menguat manakala sebab cinta mendekat dan akan mengendur manakala sebab cinta menjauh.
***
Both falling in love and falling out of love can be absolutely exhausting. Don't let anyone fool you. The kind of love that really makes a difference in this world will zap everything out of you.!!!  
Cinta adalah urusan hati, sementara hati adalah urusan Ilahi.. dan ijinkalah hati-hati kami tertaut dan terhimpun dalam cinta Ilahi.....^__^

Minggu, 20 November 2011

Kisah si iblis dan sajadah panjang!!!!

Alkisah, ada satu Iblis yang sangat senang berdiam diri di Masjid. Kebetulan malam itu ialah malam Jum'at, saat banyak  orang berkumpul di Masjid. Iblis yang sudah siap sedia di dalam Masjid tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk, ia dapat leluasa masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, atap, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga bisa masuk melalui telinga, mulut, hidung, bahkan ke dalam syaraf mata, merasuk dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah.

"Hai...., Blis!!!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu.
Iblis merasa terusik. "Kau kerjakan saja tugasmu, Pak Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.
"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.
"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru".
Kiai tercenung.
"Saya sedang menerapkan meluncurkan sistem baru untuk menjerat kaummu".
"Dengan apa?"
"Dengan sajadah!"
"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"
"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"
"Ah, kuno... itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"
"Bukan itu saja Kiai..."
"Lalu???"
"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"
"Haa???....Untuk apa Blis?"
"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Pak Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah".

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.
Keduanya masih melakukan sholat sunnah.

"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.
"Yang mana?"
"Lihatlah dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".

Denk-dink-denk...dalam sekejam si Iblis lenyap.

Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.

Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai ingin melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya.

Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri.

Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga,

*****
Nah bukankah di atas sajadah saja orang-orang sudah berebut kekuasaan atas sesamanya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil.
Ahh engkau Si Sajadah (entah yang lebar atau yang kecil) mampu  dijadikan Iblis sebagai media pembedaan kelas, apalagi hal-hal lainnya. Orang kaya suka menghina yang miskin, orang pintar suka meremehkan yang bodoh, yang rupawan menghinakan yang berwajah standard, yang memiliki banyak waktu luang menertawakan orang-orang yang terlalu sibuk mengejar-ngejar waktu yang hanya 24 jam dalam sehari 7 hari dalam sepekan huffttttt.............!!!!!!

Apel Merah atau Apel Hijau??????

Hari ini matahari malu-malu dipagut awan hitam, bilur air mulai menetes satu-satu disambut senyum bumi yang telah lama menanti dekapan hujan.
********
Diiringi nyanyian alam, kulihat  dua buah apel tergeletak di atas meja, merah dan hijau. Apel merah begitu menawan, bentuknya bundar sempurna, kulitnya segar berkilau dalam temaram senja ehm..tak heran bila dia khusus didatangkan dari negeri nun jauh disana, plus ada stiker “best quality product” yang mengabsahkan betapa spesialnya si merah manis yang menggoda.
Sementara apel hijau, dengan bintik-bintik menghias kulit berbentuk agak lonjong, berasal dari ladang tetangga. Dari aromanya bisa kutebak dia baru dipetik...segar dan asam....sangat enak jika dibuat manisan atau pelengkap rujak kala hawa panas menyengat kulit....yummy!!
*********
“Selamat sore apel merah, engkau begitu rupawan...berbahagialah engkau yang telah dianugerahiNya berbagai kelebihan”
“Apakah aku nampak seperti itu hai manusia?” tanya si apel merah.
“Kamu bahkan nampak lebih istimewa!...asalmupun adalah negeri impian manusia”
“Di antara para pembangkang Tuhan?”
“Negeri kedamaian”
“Di antara para pengusung peperangan”
“Negeri kebebasan”
“Di antara kebobrokan moral”
************
 “Dan bagaimana denganmu apel hijau? Warnamu adalah penggambaran surgaNya...bukankah asalmu dari ladang yang hijau royo-royo?”
“Di antara para pengagung kedigdayaan”
“Ladang yang subur”
“ Di antara para penyulut permusuhan”
“Ladang yang sejuk”
“Di antara ambigu iman”
***********
“Bukankah kalian adalah buah terpilih....yang terus bertahan di puncak pohon....terpatri kuat di antara ranting-ranting kehidupan. Kalian dipetik dengan kelembutan dan kesungguhan oleh tangan yang bertanggungjawab....meletakkanmu di keranjang....membawamu pulang.... disajikan dengan penuh kehormatan dan sampailah engkau di meja penuh rahmat ini?”
“Engkau bukanlah buah di antara ranting rapuh yang begitu mudah jatuh oleh terpaan angin nakal...lantas terinjak dan membusuk di perut bumi”
“Lantas siapa yang akan kau pilih hai cucu Adam?”
“Aku.....si merah yang menawarimu rasa manis seketika, tanpa kau bersusah payah mengolahku menjadi apa, cukup kau gigit dagingku... maka hilanglah dahaga dan laparmu.....atau engkau lebih menyukai si hijau asam segar yang memberimu kebebasan berkreasi dengannya?”
“Engkaulah penyebab Adam dan Hawa diusir dari surga?”
“Dengan ridho Tuhanlah kami menginspirasi Newton menemukan teori gravitasi yang ternama”
“Penyebab perang Troya?”
“Tapi kamilah simbol gadget termasyur di dunia manusia”
“Hai kau manusia...yang tadi begitu mudah mengelu-elukan kami...... tapi dalam sekejap malah menyalahkan kami atas hancurnya kaummu....buatlah keputusan sebelum kami layu dimakan usia”
***********
Jadi mana yang mesti kupilih...APEL MERAH atau APEL HIJAU?????
**********
Notes:
Apel merah adalah simbol rekan-rekan seniorku tercinta....stikernya ya maksudku sertifikat profesionnaly heeee ...terima kasih sudah banyak membantu para junior ini.
Apel hijau ya tentu saja penulis & kroni2nya...fresh graduated tp asam...kami ikhlas untuk dirujak, dijadikan manisan atau dijus dalam blender kehidupan. Si apel hijau yang telah 2 tahun mengabdi tapi belum menerima tunjangan fungsionalnya(ehm...yg ini benar2 ungkapan hati hikzzzz)...si apel hijau yang masih suka merantau dan berteman dengan nanas, pepaya, mentimun dalam pencarian jati dirinya.....si apel hijau yang merasa mulai berubah jadi kuning...moga2 idealismemu tidak dibengkokkan oleh lingkungan ataupun keinginan2 yang kau sebut sebagai kebutuhan......................
*************
I really love green....so finally, I choose a green apple on the table!!!!!!

Minggu, 28 November 2010

CUTE DEVIL(????)….(seringnya sih) menciptakan pembenaran daripada mencari kebenaran!!!

Burung Kecil Bersarang di Pohon (Kuntowijoyo)
Cerita ini berkisah tentang seorang guru besar ilmu Tauhid sebuah universitas, berawal dari perjalanan sang guru besar menuju masjid untuk menuanaikan shalat jumat. Ia memakai baju putih, peci dan sarung yang bersih. Kebetulan pula ia yang menjadi khatib sekaligus imam di kesempatan jumat itu. Karena letak masjid cukup jauh, sang guru besar harus berangkat agak awal. Di perjalanannya menuju masjid, ia melewati sebuah pasar yang hiruk-pikuk, seolah tak peduli bahwa hari itu hari jumat. Di jalan pasar itulah pikiran sang guru besar ilmu Tauhid tersebut berkecamuk. Pikirannya dipenuhi prasangka buruk kepada para pedagang. Bagaimana mungkin bisa disebut beragama para pedagang tersebut; jika pada hari jumat saja tidak bisa memenuhi panggilan Tuhan. Untuk beberapa saat pikirannya terbenam terhadap kelakuan para pedagang yang tak mengindahkan hari mulia tersebut. Kutukan dan rutukan menyumbat pikirannya. Sang guru bukannya tidak berusaha mencari alasan logis untuk setidaknya agak memihak kondisi pedagang yang tak bisa meninggalkan dagangannya untuk shalat jumat. Namun seiring itu pula sikap negatif muncul lebih kuat. Kesimpulannya, orang pasar tersebut tidak tahu agama, dan mereka harus diberi PERINGATAN.
********
Namun, tak lama kemudian di sisi lain, perhatiannya teralih kepada seorang bocah yang sedang menangis karena tidak bisa mengambil sarang burung di pohon.  Entah kenapa hatinya tertarik mendekati bocah malang itu. Tanpa ia sadari ia telah berlama-lama dengan sang bocah—hanya untuk menolong bocah tersebut mengambil sarang burung sekaligus menangkap induk burung. Pertemuan sang guru besar dengan bocah tersebut melemparkannya ke ingatan masa lalu. Sejenak ia merasa seperti kanak-kanak lagi. Bersama sang bocah itu pula ia seperti menemukan lorong waktu. Ia kembali merasakan masa kanaknya yang BAHAGIA. Hanya satu yang tidak ia ingat. HARI ITU HARI JUMAT. Dan ia telah mengotori pakaiannya dan terlambat menunaikan ibadah shalat jumat. Sesampainya di masjid para jamaah sudah berhamburan keluar. Ia telat total. Mata tajam para jamaah menusuk tepat di matanya. Segera ia merasa mata-mata tersebut menghukum dan mengadilinya. Ia seorang guru besar. Orang terpandang karena ilmunya yang dalam. Tapi apakah pantas orang seperti itu bisa telat jumaatan apalagi sewaktu mendapat giliran menjadi khatib dan imam!!!!!
*********
Sang guru besar itu seperti menelan sendiri pikirannya terhadap orang pasar  tadi. Bagaimanapun, tadi, ia telah menghakimi orang pasar yang tidak tahu agama karena tidak bersegera menjalankan ibadah shalat jumat. Dan kini, para jamaahnya, lewat mata mereka, menghukum keterlambatannya. Ia malu pada orang-orang yang mungkin akan mencemoohnya. Ia ingin masuk ke dalam masjid sendirian dan salat sendirian. Tiba-tiba PIKIRAN ANEH muncul di kepalanya, jangan-jangan anak itu penjelmaan SETAN yang tugasnya menggoda manusia di jalan TUHAN. Ia merasa takut dimurkai oleh Tuhan, padahal baru saja ia merasakan suatu perasaan berbeda bersama anak kecil itu, perasaan bahwa ia bekerja keras, bahwa ia baru saja merasa menjadi “MANUSIA” dalam arti sebenarnya bersama anak kecil itu, YANG KINI MUNCUL SEBAGAI BAYANGAN SETAN……………………………
************
            Nah pernahkah sobat-sobat menjumpai godaan-godaan manis ketika kita mencoba (bersungguh-sungguh) menjalankan syariat-Nya?......bertemu dengan si CUTE DEVIL????.............................atau malahan kita termasuk orang-orang yang menyalahkan campur tangan “ilmu gaib” dalam khilaf yang telah kita lakukan?
>>>>>Ya Allah, jangan biarkan kami lelah mengharapkan rahmat & karunia-Mu………tempalah karakter kami menjadi orang yang beriman dan mengikuti jalanMu, biarkan kami bersyukur & iklas dalam menjalani masa sulit kami, serta berilah kami kesempatan untuk memperbaiki diri dalam keterbatasan yang dimiliki.
***************
Everything has its reason but the meeting doesn’t need a reason…it’s only a fate.

Jumat, 17 September 2010

ON SALE: cinta dgn DISKON besar2an


Berjalan~jalan di rute yang biasa ku lewati, tapi hari ini ku lihat sebuah toko yang belum pernah kulihat sebelumnya, padahal ini bukan sebuah toko baru yg temboknya mengkilap dgn cat warna~warni pelangi. BUKAN. Toko yang biasa~biasa saja, juga tidak terlalu menarik perhatianku pada awalnya, orang lain pasti akan melewatkannya begitu saja tanpa menoleh sedikit pun jika berjalan di depannya.^_^

Dirundung rasa penasaran, kucoba melongok apa yang terpajang di balik kaca etalasenya yang tidak terlalu besar, tiba-tiba..deggg..kakiku berhenti untuk mengamatinya, mataku mulai terbius olehnya. Di balik etalase itu hanya terpasang sebuah papan berwarna coklat muda dengan sebuah gambar hati besar di tengah~tengahnya. Sebuah tulisan yang juga cukup besar tertulis di samping gambar hati itu dengan tinta berwarna merah bata.

~ON SALE>>>Cinta: ditawarkan kepada siapa saja yang berminat dengan diskon menarik. Jangan sampai kehabisan, persediaan terbatas!!!~@_@

Ahhhh..hampir tak percaya dengan apa yang ku baca, ehmm jangan~jangan ku bukan hanya menderita minus tapi juga kelainan optik yang menyebabkan delusi baca, mata ku picingkan untuk membaca kata-kata kecil itu berulang~ulang dan bahkan begitu ingin meraba papan itu untuk meyakinkan diriku bahwa semua itu adalah nyata.

Astaganaga, akhirnya aku hanya bisa mengutuk di dalam hati.

Zaman sekarang memang sudah benar-benar gila. Banyak orang yang mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa di beli dengan uang...bahkan cinta!!!

Dan kini, aku menemukan sebuah toko kusam yang berani memajang CINTA sebagai barang dagangan utama di etalasenya. Sial, ternyata perkataan mereka benar.

Kenapa & Bagaimana bisa???

Setiap hari aku hanya berani selintas melirik toko itu, aku merasa ragu dengan keberanianku...bahkan untuk memandangnya sedikit lebih lama.

Kenapa saat ini aku bisa menemukan toko ini, melihat ke etalasenya dan merasa sangat tertarik dengan barang yang di tawarkan itu?!! Bagaimana bisa???Tapi bagaimana aku bisa menolak kalau ternyata toko itu sepertinya hanya menawarkannya kepadaku? Ya hanya AKU...Tidak ada orang lain yang tertarik melihat etalase itu selain aku, padahal mereka sama-sama melewati toko itu seperti aku, tapi mereka malah lebih tertarik melihat tingkah laku tololku di depan toko itu dari pada memandangi etalasenya. Aneh benar…

Dan tingkah laku bodoh apa yang aku lakukan sekarang???

Jantungku berdebar~debar seperti melihat setan. Setiap kali aku melirik papan hati itu, napasku tiba-tiba terasa sesak, perutku mual dan aku tidak bisa lagi menggerakkan seluruh tubuhku dengan benar tanpa menimbulkan getaran aneh. Dan parahnya lagi, aku yakin kalau semua itu adalah gejala penyakit membahayakan yang dinamakan jatuh cinta.

Oh-tidakkkkkk.

Tidak-tidak-tidak-tidak boleh.

Aku tidak boleh merasakan itu.

Berhenti bertindak tolol, aneh, dan kuasai dirimu sendiri.

Apa yang ditawarkan etalase toko itu belum tentu sebagus seperti yang kau lihat & bayangkan selama ini.

Rasa penasaranlah yang merajai hatimu kini.

INGAT..bulan terlihat begitu cantik jika di lihat dari bumi, tapi saat kau bisa melihatnya dari dekat maka tidak ada keindahan yang kau dapat kecuali kawah-kawah besar yang merusak permukaannya, dan belum lagi hawa dingin yang tidak bersahabat jika kau berani hidup di sana.

Sadarlah...apa yang ditawarkan di balik etalase kaca itu juga sama, jadi seharusnya aku tidak perlu merasa begitu menginginkannya.

Tapi…sekarang yang kulihat bukan papan coklat dengan gambar hati dan tulisan merah bata itu,...yang ku lihat adalah gambaran kebahagiaan di balik etalase itu, aku melihat cita-citaku berkelebat di kaca itu. Dan aku melihat rasa aman di sana, rasa yang tidak pernah aku lihat di etalase toko~toko lain, bahkan di toko~toko gemerlap bertabur cat dinding pelangi..belum pernah...& tidak pernah.., rasa ini....rasa yang begitu menggiurkan.

Aku begitu ingin mendapatkannya dan entah kenapa aku merasa begitu yakin bahwa ini adalah hal benar yang harus aku lakukan.

Di titik inilah aku merasa bahwa papan iklan di balik etalase itu sudah tidak penting lagi. Aku
tidak perlu membaca kata~kata yang menggiurkan itu lagi, aku tidak perduli berapa pun diskon yang akan aku terima, bonus apa yang akan ku dapat, undian apa yang akan menanti.

Aku hanya ingin masuk ke dalam toko itu dan melihat-lihat. Aku yakin akan menemukan sesuatu yang sangat berharga di sana.

Kukumpulkan keberanian yang telah berserakan, ragu... Aku mulai berjalan menuju pintu toko itu. Sebuah papan yang bertuliskan kata: OPEN langsung tertangkap mataku di sana. Aku menarik napas panjang saat tanganku sudah menggenggam gagang pintu lalu mencoba mengatur lagi detak jantungku supaya terdengar lebih pelan. Perlahan ku dorong gagang pintu itu dengan satu gerakan mantap, ragu ku abaikan, takut ku singkirkan, harapan ku semaikan.

“ Hai… “

Aku di sambut oleh seorang pria yang tersenyum tulus dengan wajah teduh.....memegang papan coklat dengan gambar hati bertuliskan tinta merah bata....ehm iklan yang di pajang di depan etalase selama ini. Papan dimana cerita ini bermula. Yg akhir~akhir ini tak kuperhatikan lagi keberadaannya. Papan yang ternyata sudah tidak ada di tempatnya~tapi ada di tangan pria itu...dan dengan kikuk aku mencoba kembali membaca tulisan di papan itu, seperti pertama kali aku menemukannya, kupicingkan mata lebar~lebar..dan sekali lagi aku tidak percaya dengan tulisan yang tertera~SOLD OUT~

***THE END***

Kamis, 17 Desember 2009

Cinta : Antara kata pepatah vs kata bijak

Kata pepatah... 
" cinta itu buta"
cinta itu datang tiba-tiba dan perginya pun tak dikira-kira..,
jika anda jatuh cinta berarti siap untuk kecewa.."

kata bijak,,,, 
" jika ingin jatuh cinta dan tak kecewa, jatuh cintalah setelah menikah dengan pasangan anda..."

masih bijak...dan belum tentu baik..
cuma BASIC INSTING....

Jumat, 20 November 2009

Self Marketing: ketika diri sendiripun (harus) mulai dipasarkan

Sedang bingung mencari pasangan? Bosan dengan status single yang (selalu) mengundang pertanyaan? Nah tidak ada salahnya kan kalau kita belajar sedikit tentang pemasaran, khususnya tentang pemasaran diri sendiri atau self marketing. Hmhmmm mulai penasaran???!!! Baiklah kita mulai saja kelas Self Marketing kali ini.

#Chapter 1
Jika Anda melihat seorang pria tampan di sebuah pesta lalu Anda menghampirinya dan berkata, "Aku adalah wanita cantik nan menarik .. menikahlah denganku." Itu adalah DIRECT MARKETING.

#Chapter 2
Jika Anda berada di sebuah pesta dengan para sahabat atau handai taulan Anda dan bertemu dengan seorang pria tampan. Salah seorang sahabat atau saudara Anda menghampiri pria tersebut dan berkata “Lihatlah wanita itu (sambil menunjuk Anda). Ia sangat cantik dan menarik, menikahlah dengannya." Nah kalau yang ini namanya ADVERTISING.

#Chapter 3
Jika Anda melihat seorang pria tampan di sebuah pesta lalu Anda menghampiri dan meminta nomor HPnya. Keesokan harinya Anda menelponnya dan mengatakan, "Hi .. aku sangat cantik dan menarik, menikahlah denganku." Itu adalah TELEMARKETING.

#Chapter 4
Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang pria tampan. Anda membetulkan gaun dan riasan Anda, berjalan ke arahnya dan menawarkan minum. Anda mulai mencari bahan pembicaraan lantas berkata, "Aku sangat cantik dan menarik, maukah kau menikah denganku?" Itu adalah PUBLIC RELATIONS.

#Chapter 5
Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang pria tampan. Ia berjalan ke arah Anda dan mulai merayu "Kau begitu cantik dan menarik." AHA... itulah BRAND RECOGNITION.

#Chapter 6
Anda berada di sebuah pesta dan melihat seorang pria tampan. Anda mendekatinya dan berkata "Aku sangat cantik dan menarik, menikahlah denganku." Lalu ia melengoskan muka dan menyingkir dari hadapan Anda, itu adalah CUSTOMER FEEDBACK alias COMPLAINT.

#Chapter 7
Jika Anda melihat seorang pria tampan di sebuah pesta dan Anda mulai menghampirinya lantas berbicara “Aku adalah wanita cantik nan menarik, nikah sama aku yuk!” Lantas dia tersenyum dan mengenalkan Anda kepada istrinya, itu namanya Demand and Supply Gap.

#Chapter 8
Jika Anda melihat seorang pria tampan dan Anda hendak menghampirinya,  tapi belum juga sempat berbicara apapun, ada wanita lain datang trus langsung berbicara, “Gue ini wanita cantik yang super menarik, nikah sama gue yuk!” Itu namanya Marketing Competition.

#Chapter 9
Jika Anda melihat seorang pria tampan dan Anda menghampirinya tapi belum juga sempat ngomong apa-apa, ada wanita lain datang terus langsung ngomong “Gue wanita paling cantik dan menarik di sini, nikah sama gue yuk!” dan pria tersebut langsung pergi meninggalkan Anda dan menghampiri wanita tersebut, Itu namanya Losing Market Share.

#Chapter 10
Jika Anda didatangi seorang pria tampan dan kelihatan tertarik dengan Anda lantas mengatakan kepada Anda “Kamu adalah wanita paling cantik dan menarik yang pernah kutemui, menikahlah denganku!”, wah pasti hati Anda berbunga~bunga tapi... ehhh tiba-tiba ISTRInya nongol, itu namanya Barrier To New Market Entry.


Bagaimana? Cukup jelaskan? Tapi hati~hati sobat, dalam self markering jika kita {para wanita} melakukan Direct Marketing maka Anda  akan dianggap wanita agresif. Sebaliknya jika terlalu banyak Advertising pasti dicap kagak laku. Telemarketing dan Public Relations yang buruk malah akan memperpanjang status quo kesendirian Anda.

Bagi yang telah memiliki
Brand Recognition yang cukup baik, hmmhmm kelihatannya mulai bisa bernafas lega. Tapi Anda pun mesti waspada dengan Customer Feedback yang tidak terduga yang disebabkan oleh Demand and Supply Gap yang bisa muncul kapanpun tanpa Anda sangka sebelumnya.

Nah sekarang coba Anda cek lingkungan sekitar Anda! Apakah ada banyak competitor? Waspadalah!!! Marketing competition yang keras dapat menimbulkan Losing Market Share setiap saat.

Wahhh ternyata melelahkan sekali untuk belajar self marketing alias memasarkan diri sendiri ya??? Okey...tapi semoga saja kita {para wanita} tidak akan  pernah mengalami “Barrier To New Market Entry” yang bisa hadir setiap saat tanpa disadari. Yah namanya jaman sekarang, banyak orang yang ingin melakukan pembelian perusahaan lain alias ACQUISITION, bahkan saham~saham pemerintah pun sudah mengalami PRIVATISASI.

Coba kita cerna kandungan QS. An-Nur: 26:
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”

Sebenarnya ayat ini diturunkan untuk menunjukkan kesucian ‘Aisyah r.a. dan Shafwan bin al-Mu’attal r.a.  Kemudian Allah menurunkan ayat yang menunjukkan kepada kaum muslimin bahwa Rasulullah adalah orang yang paling baik maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau, yaitu ‘Aisyah r.a.

Jika kita hubungkan dengan self marketing di atas, ayat ini menunjukkan bahwa sebenarnya setiap orang pasti ada pasangannya (jodohnya) masing-masing, yaitu yang sesuai dengan tingkatannya (kufu’nya). Sesuai dengan tingkatan (mungkin) setara jumlah kebaikannya, jumlah kekurangannya, setara ilmunya (kealimannya), setara dosa-dosanya baik yang telah dilakukan maupun yang akan dilakukan. So jangan pusing-pusing deh mikirin strategi marketing yang berbelit-belit apalagi frustasi mau mempraktekkannya.

Semoga kita (para wanita single) terus mampu memotivasi diri kita sendiri untuk terus memperbaiki diri dan berusaha mencapai tingkatan yang sama dengan dambaan kita agar Allah merestui dan kemudian menjodohkan kita dengannya. Amiin.